Warga Bentian Besar Desak Penindakan ODOL

- Redaktur

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan warga Kecamatan Bentian Besar saat menyampaikan aspirasi terkait penindakan angkutan ODOL kepada Pemkab Kutai Barat di Sendawar, Rabu (18/2/2026).

Perwakilan warga Kecamatan Bentian Besar saat menyampaikan aspirasi terkait penindakan angkutan ODOL kepada Pemkab Kutai Barat di Sendawar, Rabu (18/2/2026).

Trackperistiwa.com | Sendawar — Puluhan perwakilan masyarakat Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat, menggelar temu publik bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubar, Rabu (18/2/2026). Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Kubar Frederick Edwin dan Wakil Bupati Nanang Adriani.

Dalam forum tersebut, warga menyampaikan dukungan terhadap langkah pemerintah daerah sekaligus mengeluhkan maraknya angkutan perusahaan kelapa sawit yang diduga menggunakan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) dan menjadi penyumbang utama kerusakan jalan.

Koordinator aksi, Arif Witara, menegaskan bahwa aksi damai yang dilakukan warga bertujuan mengawal surat imbauan Bupati agar benar-benar dipatuhi perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami turun membantu agar surat imbauan Bupati ditaati. Kami ingin jalan yang layak dilalui. Kendaraan angkutan sawit yang membawa muatan melebihi kapasitas jalan, kami minta dikembalikan atau disesuaikan,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan Rosaliyen. Ia mengaku masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji perusahaan yang dinilai tidak terealisasi.

“Kami sudah muak dengan janji manis perusahaan. Bahkan saat ini mereka diduga melobi pihak atau oknum tertentu demi kepentingan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Bentian Besar, Eman, menekankan pentingnya penindakan tegas sesuai peraturan daerah dan imbauan kepala daerah.

“Perda dan imbauan Bupati sudah jelas. Kami minta ada penindakan tegas terhadap angkutan ODOL,” tandas mantan anggota DPRD Kubar tersebut.

Baca Juga:  DPRD Kubar Dorong Penertiban ODOL, Perusahaan Wajib Patuhi Aturan

Dilema di Lapangan

Persoalan angkutan sawit tidak hanya soal ODOL dan kerusakan jalan. Di satu sisi, kontraktor dan sopir angkutan sebagian merupakan warga Kutai Barat yang memiliki keluarga untuk dinafkahi. Namun di sisi lain, aktivitas angkutan bermuatan berlebih dinilai merugikan masyarakat luas karena merusak akses jalan utama.

Kondisi tersebut berdampak pada mobilitas warga, akses menuju layanan kesehatan, hingga terganggunya roda perekonomian masyarakat Bentian Besar.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Frederick Edwin menegaskan pihaknya akan segera memanggil perusahaan terkait untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.

“Kita akan segera gelar rapat dan memanggil pihak perusahaan untuk mencari solusi bersama,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa persoalan ini harus segera diselesaikan, mengingat saat ini pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) tengah melakukan perbaikan di sejumlah titik ruas jalan.

“Kita harus menjaga ruas jalan tetap dalam kondisi baik pasca preservasi,” tandasnya.

Langkah tersebut diambil untuk meminimalkan potensi konflik di lapangan sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Sebagai bentuk dukungan, perwakilan warga Kecamatan Bentian Besar juga menyerahkan tanda tangan aspirasi kepada Pemkab Kubar di akhir pertemuan.(mky/TP)

 

Berita Terkait

Ramadan Bergema, UMKM Jelore Bersinar di Festival Melak
Jalan Umum Dibuka untuk ODOL, Warga Bentian Besar Bereaksi
Pengacara Minta PN Kutai Barat Bebaskan Isran Kuis, Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti
Program Cetak Sawah Rapak Oros Kini Jadi Semak, Kementan Soroti Validitas Data LBS Kubar
Kementan dan Bapanas Turun ke Kubar, Soroti Alih Fungsi Lahan Sawah Jadi Sawit
Limbah B3 Tumpah di Simpang Dingin–Peninggir, Sejumlah Pengendara Terluka
Hanura Kutai Barat Mantap Tatap 2029, H. Aula Kembali Pimpin DPC
H. Aula Kembali Nahkodai DPC Partai Hanura Kutai Barat Periode 2025–2030
Berita ini 21 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:33 WIB

Ramadan Bergema, UMKM Jelore Bersinar di Festival Melak

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:18 WIB

Jalan Umum Dibuka untuk ODOL, Warga Bentian Besar Bereaksi

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:05 WIB

Pengacara Minta PN Kutai Barat Bebaskan Isran Kuis, Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:47 WIB

Program Cetak Sawah Rapak Oros Kini Jadi Semak, Kementan Soroti Validitas Data LBS Kubar

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:38 WIB

Kementan dan Bapanas Turun ke Kubar, Soroti Alih Fungsi Lahan Sawah Jadi Sawit

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:27 WIB

Warga Bentian Besar Desak Penindakan ODOL

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:48 WIB

Hanura Kutai Barat Mantap Tatap 2029, H. Aula Kembali Pimpin DPC

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:29 WIB

H. Aula Kembali Nahkodai DPC Partai Hanura Kutai Barat Periode 2025–2030

Berita Terbaru

Foto :Suasana pembukaan Festival Ramadan 1447 Hijriah di Melak yang dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, tokoh agama, dan masyarakat.(Fzn/TP)

Berita

Ramadan Bergema, UMKM Jelore Bersinar di Festival Melak

Jumat, 27 Feb 2026 - 11:33 WIB

Aktivitas truk CPO ODOL di Bentian Besar kembali menjadi sorotan. Warga mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam menegakkan aturan batas muatan kendaraan.

Berita

Jalan Umum Dibuka untuk ODOL, Warga Bentian Besar Bereaksi

Jumat, 27 Feb 2026 - 11:18 WIB