Penghentian Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Kutai Barat Disorot Kuasa Hukum Korban

- Redaktur

Senin, 8 Juni 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kuasa hukum keluarga korban, Adhe Rehatta Tarigan, SH., CPM. (kiri), bersama ayah korban, Diki Wahyudi (kanan), saat mendatangi Kejaksaan Negeri dan Polres Kutai Barat untuk mempertanyakan penghentian penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak. (Dok.Trackperistiwa.com/Melky Malis)

Foto: Kuasa hukum keluarga korban, Adhe Rehatta Tarigan, SH., CPM. (kiri), bersama ayah korban, Diki Wahyudi (kanan), saat mendatangi Kejaksaan Negeri dan Polres Kutai Barat untuk mempertanyakan penghentian penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak. (Dok.Trackperistiwa.com/Melky Malis)

KUTAI BARAT, Trackperistiwa.com – Penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang anak di Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, kembali menjadi sorotan. Keluarga korban bersama kuasa hukum mempertanyakan kejelasan proses hukum yang telah berjalan sejak 2023 setelah memperoleh informasi bahwa perkara tersebut diduga telah dihentikan.

Kuasa hukum keluarga korban, Adhe Rehatta Tarigan, SH., CPM., mengatakan dirinya bersama kliennya, Diki Wahyudi, mendatangi Kejaksaan untuk menanyakan perkembangan berkas perkara yang sebelumnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Kami bersama klien kami, Pak Diki orang tua korban, telah mendatangi Kejaksaan untuk menanyakan perkembangan berkas perkara terkait dugaan pelecehan seksual terhadap anak. Setelah kami melakukan pengecekan, kami memperoleh informasi adanya pemberitahuan penghentian penyidikan. Padahal berdasarkan dokumen yang kami miliki, sebelumnya sempat terdapat perkembangan perkara hingga penetapan tersangka,” ujar Adhe saat diwawancarai media, Senin (8/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kuasa hukum keluarga korban dan ayah korban mendatangi Kejaksaan Negeri Kutai Barat guna mempertanyakan status penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak yang dilaporkan sejak 2023. (Foto: Trackperistiwa.com/Melky Malis)
Kuasa hukum keluarga korban dan ayah korban mendatangi Kejaksaan Negeri Kutai Barat guna mempertanyakan status penanganan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak yang dilaporkan sejak 2023. (Foto: Trackperistiwa.com/Melky Malis)

Menurut Adhe, pihaknya mempertanyakan alasan penghentian perkara tersebut. Pasalnya, dalam dokumen perkembangan penyidikan yang dimiliki keluarga korban terdapat sejumlah tahapan hukum, termasuk Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dan informasi perkembangan berkas perkara.

“Apa yang menyebabkan perkara ini dihentikan, itu yang menjadi pertanyaan kami. Kami telah mendokumentasikan pemberitahuan tersebut dan akan meminta penjelasan langsung kepada Polres terkait alasan penghentian perkara ini,” katanya.

Ia menambahkan, korban mengalami trauma yang cukup berat sehingga keluarga berharap aparat penegak hukum dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan jelas.

“Korban mengalami trauma yang cukup besar. Kami berharap pihak kepolisian dapat memberikan penjelasan yang terang kepada keluarga,” tambahnya.

Dilaporkan Sejak Tahun 2023

Adhe menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari kliennya, dugaan tindak pidana tersebut dilaporkan secara resmi ke kepolisian pada tahun 2023.

“Kami memiliki bukti laporan lengkap beserta surat tanda terima laporan kepolisian. Selain itu terdapat SP2HP tertanggal 11 Agustus 2023 dan sejumlah perkembangan perkara lainnya, termasuk informasi mengenai penetapan tersangka. Pada perkembangan berikutnya sekitar Februari, disebutkan bahwa pihak Polres telah melengkapi petunjuk jaksa dan mengirimkan kembali berkas perkara,” jelasnya.

Namun, saat pihaknya melakukan konfirmasi ke Kejaksaan, mereka memperoleh informasi bahwa perkara tersebut telah dihentikan.

“Saat kami menanyakan perkembangan tahap berikutnya, kami mendapat informasi bahwa perkara tersebut dihentikan. Hingga saat ini kami belum mengetahui alasan penghentian itu sehingga kami meminta penjelasan resmi dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Datangi Polres, Diminta Menunggu Penjelasan Resmi

Setelah mendatangi Kejaksaan, kuasa hukum bersama keluarga korban juga mendatangi Polres untuk meminta klarifikasi terkait status perkara.

Menurut Adhe, pihak kepolisian yang ditemui menyampaikan bahwa penyidik yang menangani perkara tersebut sedang melakukan koordinasi lebih lanjut di tingkat yang lebih tinggi sehingga keluarga diminta menunggu penjelasan resmi.

Baca Juga:  Program Cetak Sawah Rapak Oros Kini Jadi Semak, Kementan Soroti Validitas Data LBS Kubar

“Kami juga telah mendatangi Polres dan bertemu dengan pihak terkait. Informasinya, penyidik yang menangani perkara sedang berada di Polda maupun Korwas. Dalam waktu sekitar tiga hingga empat hari, kami dijanjikan akan memperoleh jawaban resmi. Bahkan apabila diperlukan, akan dilakukan gelar perkara khusus untuk mengetahui alasan penghentian perkara tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, perkara tersebut terjadi sebelum masa kepemimpinan pejabat yang saat ini bertugas sehingga diperlukan penelusuran lebih lanjut terhadap seluruh proses penanganannya.

Keluarga Harapkan Kepastian Hukum

Sementara itu, orang tua korban, Diki Wahyudi, mengatakan keluarga pertama kali mengetahui dugaan kejadian tersebut melalui informasi dari pihak sekolah.

“Saya Diki Wahyudi, orang tua korban. Kejadian tersebut diduga terjadi pada tahun 2022 dan kami melaporkannya ke kepolisian pada 1 Februari 2023,” ujarnya.

Menurut Diki, informasi awal terungkap setelah salah seorang teman sekolah korban menyampaikan cerita kepada guru yang kemudian diteruskan kepada kepala sekolah hingga akhirnya keluarga dipanggil.

“Awalnya kami mengetahui informasi tersebut dari pihak sekolah. Setelah mendapatkan penjelasan, keluarga kemudian berdiskusi dan sepakat untuk membuat laporan ke kepolisian,” tuturnya.

Diki menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban, dugaan peristiwa itu terjadi saat korban berada di rumah bersama adiknya ketika orang tua tidak berada di tempat.

Menurut keterangan keluarga, terlapor diduga datang ke rumah pada malam hari menggunakan sepeda motor. Korban kemudian diduga mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual disertai ancaman agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tua.

“Kami memperoleh cerita dari korban bahwa ada ancaman agar tidak melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua. Setelah itu korban berusaha menyelamatkan diri,” kata Diki.

Akan Tempuh Langkah Hukum Lanjutan

Kuasa hukum keluarga menegaskan akan terus mengawal perkara tersebut. Menurut Adhe, apabila penjelasan dari pihak kepolisian dinilai belum memberikan kepastian, pihak keluarga akan mempertimbangkan berbagai langkah hukum yang tersedia sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Apabila tidak ada penjelasan yang jelas dan memadai, kami akan menempuh langkah-langkah hukum sesuai mekanisme yang berlaku. Keluarga berharap ada kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban,” tegasnya.

Keluarga berharap perkara tersebut dapat memperoleh kejelasan sehingga hak-hak korban sebagai pencari keadilan dapat terpenuhi.

Hingga berita ini diterbitkan, Trackperistiwa.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak Polres terkait status dan perkembangan penanganan perkara tersebut guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi.

Penulis: Fauzan
Foto/Dokumentasi: Melky Malis
Editor: Admin Redaksi Trackperistiwa.com

 

Berita Terkait

Pengadilan Negeri Tenggarong Putus NO, Yahya Tonang Ajukan Praperadilan Tahap Kedua
Sidang Praperadilan: Termohon Polres Kukar menjawab Replik secara lisan Yahya Tonang tawarkan Perdamaian
Kapolres Kutai Barat Pererat Hubungan dengan Kodim 0912/Kubar, Soliditas TNI–Polri Terus Diperkuat
Kapolres Kutai Barat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Silaturahmi ke Kejari
PSI Kutai Barat Perkuat Organisasi hingga Kampung, Libatkan Anak Muda dan Dorong Percepatan Infrastruktur
Hison Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin IWO Barito Utara Periode 2026–2031
Nobar Bersama Ormas GPD Alur Barito, Perkuat Silaturahmi dan Dukung Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan Menuju Kamtibmas Damai
IWO Barito Utara Hadir Penuh di Mubeswilub (IWO) Kalteng, Komitmen Kawal Profesionalisme Wartawan`
Berita ini 168 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:34 WIB

Pengadilan Negeri Tenggarong Putus NO, Yahya Tonang Ajukan Praperadilan Tahap Kedua

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:29 WIB

Sidang Praperadilan: Termohon Polres Kukar menjawab Replik secara lisan Yahya Tonang tawarkan Perdamaian

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kapolres Kutai Barat Pererat Hubungan dengan Kodim 0912/Kubar, Soliditas TNI–Polri Terus Diperkuat

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:04 WIB

Kapolres Kutai Barat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Silaturahmi ke Kejari

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:52 WIB

PSI Kutai Barat Perkuat Organisasi hingga Kampung, Libatkan Anak Muda dan Dorong Percepatan Infrastruktur

Senin, 29 Juni 2026 - 00:09 WIB

Nobar Bersama Ormas GPD Alur Barito, Perkuat Silaturahmi dan Dukung Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan Menuju Kamtibmas Damai

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:38 WIB

IWO Barito Utara Hadir Penuh di Mubeswilub (IWO) Kalteng, Komitmen Kawal Profesionalisme Wartawan`

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:48 WIB

Musberwillub IWO Se-Kalimantan Tengah Tetapkan Indra Setiawan sebagai Ketua Periode 2025–2030

Berita Terbaru