KUTAI BARAT – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai di Kabupaten Kutai Barat. Salah satunya melalui kunjungan silaturahmi ke Sekretariat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kutai Barat, Jumat (4/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi kedua partai untuk mempererat hubungan antarpengurus sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai peluang kerja sama politik di masa mendatang.
Kunjungan PSI disambut Ketua DPC Partai Hanura Kutai Barat, H. Aula, bersama Anggota DPRD Kutai Barat dari Partai Hanura Rull Riskha Risandi dan Sekretaris DPC Partai Hanura Kutai Barat Suriyadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
H. Aula mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan jajaran PSI. Menurutnya, komunikasi antarpengurus partai politik menjadi bagian penting dalam membangun hubungan politik yang sehat di daerah.
“Ya, tentunya kami menyambut baik dan mengapresiasi kedatangan Partai PSI untuk bersilaturahmi dengan Partai Hanura. Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarpengurus partai politik di Kutai Barat,” ujar H. Aula, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, kepengurusan PSI di Kutai Barat yang relatif baru terbentuk membutuhkan ruang komunikasi dengan partai-partai politik yang telah lebih dahulu memiliki struktur organisasi di daerah.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran PSI yang hadir antara lain FX Yapan selaku Ketua Dewan Pembina, Gilbert Singo Yudha sebagai Ketua, Veroni sebagai Bendahara, Canissius Arjan sebagai Ketua OKK, Ronis sebagai Ketua Bapilu, Robert Iwan sebagai Ketua Badan Saksi, serta Rahma sebagai Wakil Bendahara.
Peluang Koalisi Masih Terbuka
Selain silaturahmi, pertemuan kedua partai juga memunculkan pembahasan mengenai kemungkinan kerja sama politik, termasuk peluang membangun koalisi.
H. Aula tidak menutup kemungkinan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pembentukan koalisi membutuhkan proses dan komunikasi yang lebih panjang.
“Untuk kemungkinan koalisi, kita lihat saja bagaimana perkembangannya. Waktu untuk membangun koalisi masih cukup panjang,” kata H. Aula.
Menurutnya, komunikasi politik yang dibangun saat ini lebih diarahkan untuk melihat kesamaan visi dan gagasan dalam membangun Kutai Barat.
“Kami menyambut baik kehadiran mereka. Tadi kita membicarakan untuk membangun Kutai Barat yang lebih baik di masa yang akan datang. Jadi, tidak menutup kemungkinan juga untuk berkoalisi atau kerja sama yang lainnya,” lanjutnya.
H. Aula: Aspirasi Masyarakat Harus Terus Dikawal
Sementara itu, keberadaan Rull Riskha Risandi sebagai Anggota DPRD Kutai Barat dari Partai Hanura menjadi salah satu bagian dari jalur politik partai dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Salah satu persoalan yang masih banyak menjadi perhatian masyarakat adalah pembangunan infrastruktur, terutama kebutuhan di tingkat kampung.
H. Aula menjelaskan, Fraksi Hanura di DPRD Kutai Barat terus berupaya memperjuangkan aspirasi tersebut melalui mekanisme yang tersedia di lembaga legislatif.
“Terkait keluhan masyarakat mengenai infrastruktur, kami dari Partai Hanura, dari Fraksi Hanura di DPRD, tentu berupaya untuk membangun Kutai Barat. Tetapi dari DPRD ada keterbatasan, hanya sampai pengusulan kepada Banggar untuk keluhan-keluhan yang berada di kampung-kampung,” jelasnya.
Ia menilai kekuatan politik di DPRD juga berpengaruh terhadap kemampuan partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Kalau ke depannya Hanura ingin lebih kuat, tentu Hanura harus lebih besar lagi daripada ini. Kalau lebih besar dan memiliki kekuatan politik yang lebih besar di Kutai Barat, tentu akan lebih mudah,” ujarnya.
Konsolidasi Organisasi Jadi Prioritas Hanura
Selain memperkuat komunikasi dengan partai lain, Hanura Kutai Barat juga menempatkan konsolidasi internal sebagai salah satu agenda penting.
Suriyadi selaku Sekretaris DPC Partai Hanura Kutai Barat turut mengambil bagian dalam penguatan organisasi dan konsolidasi struktur partai.
H. Aula mengatakan, konsolidasi akan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat DPC, PAC hingga ranting.
“Langkah Partai Hanura ke depannya adalah menyolidkan partai, terutama dari DPC, PAC sampai ke ranting-ranting. Kalau solid, Partai Hanura ke depannya juga jauh lebih mudah. Kalau tidak solid, bisa dikatakan lebih berat,” tegas H. Aula.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya bergantung pada pengurus di tingkat atas, tetapi membutuhkan soliditas seluruh kader hingga struktur paling bawah.
Strategi Politik Masih Menjadi Rahasia Internal
Menghadapi dinamika politik ke depan, H. Aula mengakui Hanura telah menyiapkan sejumlah strategi. Namun, ia memilih tidak mengungkapkan secara terbuka strategi tersebut.
“Ya, pasti kita punya strategi khusus untuk Hanura ke depannya. Kalau caranya, kita tidak mungkin mengungkapkan di sini. Pasti nanti diketahui orang lain, itu rahasia,” ujarnya.
H. Aula juga meminta seluruh kader Hanura mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang, termasuk kader yang memiliki rencana maju sebagai calon legislatif.
“Para kader Hanura, siapkan diri Anda dari sekarang. Terutama para calon legislatif yang akan datang harus dipersiapkan diri dari sekarang. Para kader lainnya juga harus solid dan mempersiapkan diri,” pesannya.
Ia memperkirakan persaingan politik di Kutai Barat ke depan akan semakin dinamis, terlebih dengan mulai terbentuknya struktur PSI di daerah.
“Persaingan antara partai-partai ini sangat solid sekali. Terutama juga dari pendatang baru kita, PSI, yang sepertinya cukup solid. Jadi ke depan pasti kita akan bertarung untuk meraih kursi sebanyak-banyaknya di DPRD,” katanya.
Komunikasi Politik Mulai Dibangun
Pertemuan antara PSI dan Hanura menunjukkan bahwa komunikasi politik antarkekuatan partai di Kutai Barat mulai dibangun menjelang dinamika politik berikutnya.
Bagi Hanura, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi eksternal sekaligus menjaga konsolidasi internal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Sementara bagi PSI, kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dengan partai politik yang telah memiliki struktur dan pengalaman politik di Kutai Barat.
Belum ada keputusan mengenai pembentukan koalisi antara PSI dan Hanura. Namun, pernyataan H. Aula menunjukkan bahwa peluang kerja sama politik masih terbuka, seiring dengan terus berkembangnya komunikasi dan dinamika politik di Kutai Barat.
Penulis : Melky Malis











