Kementan dan Bapanas Turun ke Kubar, Soroti Alih Fungsi Lahan Sawah Jadi Sawit

- Redaktur

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Hamparan sawah di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, yang menjadi fokus optimalisasi peningkatan produksi beras Kubar. (Fzn/TP)

Caption: Hamparan sawah di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, yang menjadi fokus optimalisasi peningkatan produksi beras Kubar. (Fzn/TP)

SENDAWAR – Upaya mendorong peningkatan produksi beras di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Tim dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Badan Pangan Nasional turun langsung ke lapangan, Sabtu (21/2/2026), memantau kondisi riil pertanian sekaligus stabilitas harga pangan.

Tak hanya meninjau pasar, rombongan juga menyambangi kawasan persawahan Gapoktan Maju Bersama di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung. Kegiatan ini turut melibatkan Satgas Pangan, Polres Kutai Barat, Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pertanian Kubar.

Dari hasil peninjauan, ditemukan sebagian lahan yang dalam administrasi masih tercatat sebagai Lahan Baku Sawah (LBS), ternyata telah beralih fungsi menjadi kebun sawit. Padahal secara prinsip, lahan LBS diperuntukkan untuk produksi pangan dan tidak dapat dialihfungsikan tanpa mekanisme sesuai ketentuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun realitas di lapangan berbicara lain. Pertimbangan ekonomi menjadi alasan utama. Sejumlah petani menilai sawit lebih menjanjikan dan memberikan pendapatan relatif stabil, dibandingkan padi yang sangat bergantung pada musim, biaya produksi, serta risiko gagal panen.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Lahan Marginal, Anny Mulyani, menegaskan bahwa potensi lahan di Kubar masih terbuka lebar, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal.

“Masih ada lahan yang belum maksimal. Pola tanam sebagian besar masih satu kali setahun. Padahal bisa ditingkatkan menjadi dua kali tanam,” ujarnya.

Di lokasi tersebut, luas sawah tercatat sekitar 300 hektare. Namun sekitar 15 hektare di antaranya telah ditanami sawit. Secara kabupaten, data LBS Kubar mencapai sekitar 2.000 hektare. Ironisnya, lahan yang benar-benar aktif diperkirakan tidak sampai 1.000 hektare.

Baca Juga:  Kasat Reskrim Polres Kubar Pimpin Pantau Harga Sembako

Kondisi ini berdampak pada capaian Luas Tambah Tanam (LTT) yang hingga kini baru menyentuh sekitar 35 hektare dari target 156 hektare per bulan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 189 ribu jiwa dan asumsi konsumsi beras 110 kilogram per orang per tahun, kebutuhan beras Kubar diperkirakan mencapai 20 ribu ton per tahun. Menurut Anny, jika lahan sawah 2.000 hingga 2.500 hektare dapat dioptimalkan, kebutuhan tersebut sejatinya bisa dipenuhi dari produksi daerah sendiri, termasuk dari pengembangan padi gunung.

Untuk itu, pemerintah pusat menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya Program Cetak Sawah Rakyat melalui tahapan Survei Investigasi dan Desain (SID), optimalisasi lahan rawa lewat normalisasi saluran dan pintu air, bantuan irigasi perpompaan, hingga pembangunan embung atau dam parit pada lahan non-rawa maupun tadah hujan.

Persoalan teknis seperti kondisi tanah yang masam juga menjadi perhatian. Solusinya, menurut Anny, dapat dilakukan dengan pemberian dolomit sekitar satu ton per hektare, disertai pemupukan dan pengaturan tata air yang tepat.

Dinas Pertanian Kubar pun akan kembali melakukan pendataan untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan. Pada 2026, Kubar juga mendapat alokasi program cetak sawah di beberapa kecamatan.

Anny mengingatkan agar lahan yang sudah dicetak maupun dioptimalkan tidak kembali beralih fungsi.

“Jangan sampai sudah dibuka dan dicetak menjadi sawah, lalu berubah lagi menjadi sawit,” tegasnya.

Langkah ini menjadi momentum penting bagi Kubar dalam menjaga ketahanan pangan daerah di tengah dinamika ekonomi perkebunan yang terus berkembang. (Fzn/TP)

Berita Terkait

Ramadan Bergema, UMKM Jelore Bersinar di Festival Melak
Jalan Umum Dibuka untuk ODOL, Warga Bentian Besar Bereaksi
Pengacara Minta PN Kutai Barat Bebaskan Isran Kuis, Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti
Program Cetak Sawah Rapak Oros Kini Jadi Semak, Kementan Soroti Validitas Data LBS Kubar
Limbah B3 Tumpah di Simpang Dingin–Peninggir, Sejumlah Pengendara Terluka
Warga Bentian Besar Desak Penindakan ODOL
Hanura Kutai Barat Mantap Tatap 2029, H. Aula Kembali Pimpin DPC
H. Aula Kembali Nahkodai DPC Partai Hanura Kutai Barat Periode 2025–2030
Berita ini 5 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:33 WIB

Ramadan Bergema, UMKM Jelore Bersinar di Festival Melak

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:18 WIB

Jalan Umum Dibuka untuk ODOL, Warga Bentian Besar Bereaksi

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:05 WIB

Pengacara Minta PN Kutai Barat Bebaskan Isran Kuis, Nilai Unsur Pidana Tak Terbukti

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:47 WIB

Program Cetak Sawah Rapak Oros Kini Jadi Semak, Kementan Soroti Validitas Data LBS Kubar

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:38 WIB

Kementan dan Bapanas Turun ke Kubar, Soroti Alih Fungsi Lahan Sawah Jadi Sawit

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:27 WIB

Warga Bentian Besar Desak Penindakan ODOL

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:48 WIB

Hanura Kutai Barat Mantap Tatap 2029, H. Aula Kembali Pimpin DPC

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:29 WIB

H. Aula Kembali Nahkodai DPC Partai Hanura Kutai Barat Periode 2025–2030

Berita Terbaru

Foto :Suasana pembukaan Festival Ramadan 1447 Hijriah di Melak yang dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, tokoh agama, dan masyarakat.(Fzn/TP)

Berita

Ramadan Bergema, UMKM Jelore Bersinar di Festival Melak

Jumat, 27 Feb 2026 - 11:33 WIB

Aktivitas truk CPO ODOL di Bentian Besar kembali menjadi sorotan. Warga mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam menegakkan aturan batas muatan kendaraan.

Berita

Jalan Umum Dibuka untuk ODOL, Warga Bentian Besar Bereaksi

Jumat, 27 Feb 2026 - 11:18 WIB