Program Cetak Sawah Rapak Oros Kini Jadi Semak, Kementan Soroti Validitas Data LBS Kubar

- Redaktur

Selasa, 24 Februari 2026 - 03:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian area sawah program cetak 2010 di Rapak Oros kini tidak produktif dan tengah diminta untuk dilakukan pendataan ulang oleh Kementerian Pertanian. (Fzn/TP)

Sebagian area sawah program cetak 2010 di Rapak Oros kini tidak produktif dan tengah diminta untuk dilakukan pendataan ulang oleh Kementerian Pertanian. (Fzn/TP)

SENDAWAR – Hamparan sawah yang dulu digadang menjadi penopang produksi padi di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kini sebagian berubah wajah. Di wilayah Rapak Oros, Kecamatan Linggang Bigung, lahan cetak sawah program tahun 2010 tampak terbengkalai. Di sejumlah titik, area persawahan tak lagi tergarap dan berubah menjadi semak belukar, bahkan ditumbuhi pohon-pohon besar.

Kondisi ini terungkap saat Tenaga Ahli Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Anny Mulyani, melakukan tinjauan lapangan dan berdialog langsung dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kubar, Sabtu (21/2/2026).

Dalam dialog tersebut, Anny mempertanyakan keberlanjutan pemanfaatan lahan yang masih tercatat sebagai Lahan Baku Sawah (LBS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang ada program cetak sawah baru di luar LBS, ya? Padahal di dalam LBS masih ada lahan yang tidak fungsional dan tidak ditanami. Itu rencananya mau direhabilitasi atau dibiarkan? Atau justru membuka lokasi baru? Sudah berapa lama sawah-sawah itu tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

PPL Dinas Pertanian Kubar, Bambang, menjelaskan sebagian lahan memang sudah lama tidak digarap.

“Beberapa sudah lebih dari lima tahun, terutama di wilayah Oros. Sekarang kondisinya sudah menjadi semak belukar. Dulu itu masuk program cetak sawah sekitar tahun 2010,” jelasnya.

Ia mengakui, ketidaksinkronan antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan berdampak pada pencapaian target tanam daerah. Secara administrasi, data LBS Kubar tercatat sekitar 2.000 hektare. Namun, lahan yang benar-benar aktif diperkirakan tidak sampai 1.000 hektare.

Target Luas Tambah Tanam (LTT) yang ditetapkan Kementerian mencapai 156 hektare per bulan. Hingga bulan ini, realisasinya baru sekitar 35 hektare.

Baca Juga:  Solidkan Barisan, Hanura Kubar Gelar Muscab IV

“Kalau mengikuti target dari Kementerian, kami cukup kesulitan karena sebagian lahan yang masuk data ternyata tidak lagi produktif,” ungkap Bambang.

Selain itu, ditemukan pula sekitar 15 hektare dari total 300 hektare lahan cetak sawah telah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit, meski dalam kategori LBS tidak diperbolehkan untuk ditanami komoditas tersebut.

Menanggapi berbagai temuan itu, Anny menegaskan pentingnya pendataan ulang secara menyeluruh terhadap lahan hasil cetak sawah, khususnya program 2010 di Rapak Oros.

“Berarti harus dipetakan kembali. Luas cetak sawah tahun 2010 itu berapa, yang masih fungsional berapa, dan sisanya yang sudah tidak produktif harus didokumentasikan serta dilaporkan. Kalau tidak dilaporkan, ini akan berpengaruh pada penilaian,” tegasnya.

Pendataan ulang dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan target LTT serta evaluasi kinerja penyuluh dan pemerintah daerah. Jika lahan yang sudah lama tidak produktif tetap tercatat aktif dalam sistem, maka target tanam akan terus tampak rendah dan memengaruhi penilaian.

Kementerian mendorong agar setiap perubahan kondisi lahan, termasuk sawah yang telah lama tidak digarap atau beralih fungsi, segera diperbarui dalam sistem pelaporan resmi. Dengan data yang akurat, perencanaan produksi padi di Kutai Barat diharapkan menjadi lebih realistis, terukur, dan tepat sasaran.

Rapak Oros kini menjadi cermin penting: bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal membuka lahan baru, tetapi juga memastikan lahan yang sudah ada benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan. (Fzn/TP)

Berita Terkait

Haji Acong Siap Konsolidasi, Golkar Kubar Bidik Kemenangan Pemilu 2029
Aklamasi, H Acong Kembali Terpilih Pimpin Golkar Kubar Periode 2026–2031
Pelaksanaan Musda VI DPD Partai Golkar Kutai Barat Segera Berlangsung
Semangat HUT RI ke-81 dan HUT Kampung Tondoh ke-13, Website dan Video Profil Resmi Diluncurkan
Resmi Diluncurkan, Website dan Video Profil Kampung Tondoh Jadi Etalase Digital Potensi Kampung
Pedagang Pasar Jaras Keluhkan Modal UMKM, Noratim Dorong Pemerintah Turun Tangan
Pedagang Pasar Jaras Keluhkan Sulitnya Akses Modal UMKM
Yonavia: Semangat Pramuka Harus Ditanamkan Sejak Dini, Bukan Sekadar Seremoni
Berita ini 17 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:21 WIB

Haji Acong Siap Konsolidasi, Golkar Kubar Bidik Kemenangan Pemilu 2029

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aklamasi, H Acong Kembali Terpilih Pimpin Golkar Kubar Periode 2026–2031

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Pelaksanaan Musda VI DPD Partai Golkar Kutai Barat Segera Berlangsung

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Semangat HUT RI ke-81 dan HUT Kampung Tondoh ke-13, Website dan Video Profil Resmi Diluncurkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:48 WIB

Resmi Diluncurkan, Website dan Video Profil Kampung Tondoh Jadi Etalase Digital Potensi Kampung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Pedagang Pasar Jaras Keluhkan Sulitnya Akses Modal UMKM

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Yonavia: Semangat Pramuka Harus Ditanamkan Sejak Dini, Bukan Sekadar Seremoni

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:34 WIB

Musda DPD II Golkar Kutai Barat Dijadwalkan 23 Agustus, Panitia Resmi Dibentuk

Berita Terbaru