KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) menyiapkan anggaran sebesar Rp2,52 triliun untuk membiayai berbagai proyek pembangunan melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears) yang direncanakan berlangsung pada periode 2027–2029.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, saat menghadiri Rapat Paripurna X DPRD Kutai Barat, Selasa (28/7/2026). Menurutnya, skema pembiayaan multiyears dipilih agar proyek-proyek strategis yang membutuhkan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa terkendala pergantian tahun anggaran.
Total kebutuhan anggaran sebesar Rp2,52 triliun itu akan dialokasikan secara bertahap, yakni sekitar Rp955,71 miliar pada 2027, meningkat menjadi Rp1,04 triliun pada 2028, dan Rp524,27 miliar pada 2029.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Frederick menegaskan bahwa seluruh proyek tersebut belum memasuki tahap pelaksanaan maupun penandatanganan kontrak. Pemerintah daerah masih menunggu persetujuan DPRD sebagai bagian dari mekanisme yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kontrak tahun jamak dipilih agar pelaksanaan program strategis dapat berjalan secara terencana, efektif, berkelanjutan, serta tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas,” ujar Frederick.
Penyesuaian Jadwal Pelaksanaan
Frederick menjelaskan, skema pembangunan multiyears sebelumnya telah dirancang untuk periode 2026–2028 berdasarkan nota kesepakatan antara Pemkab Kutai Barat dan DPRD yang ditandatangani pada 27 Agustus 2025.
Namun, setelah dilakukan evaluasi terhadap kebutuhan teknis dan kemampuan keuangan daerah, pemerintah memutuskan melakukan penyesuaian jadwal pelaksanaan. Sejumlah faktor seperti kenaikan harga material, perubahan kondisi ekonomi, serta penyempurnaan perencanaan menjadi alasan utama perubahan tersebut.
Dengan demikian, pelaksanaan proyek digeser menjadi periode 2027–2029, sementara nota kesepakatan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku dan akan digantikan dengan nota kesepakatan baru setelah memperoleh persetujuan DPRD.
Infrastruktur Menjadi Prioritas
Sebagian besar anggaran multiyears akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar yang dinilai menjadi penopang pertumbuhan ekonomi serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Beberapa proyek prioritas yang akan dikerjakan meliputi:
- Pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ).
- Pembangunan Jembatan Sungai Nyuatan di Kampung Sembuan.
- Pembangunan ruas jalan Bung Karno–Simpang Ombau–Juaq Asa–Linggang Amer–Mencelew.
- Pembangunan Jalan Melapeh–Temula.
- Penanganan titik longsor di sepanjang ruas Bung Karno hingga Mencelew.
Selain itu, Pemkab Kutai Barat juga mengalokasikan anggaran untuk rekonstruksi sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah, antara lain:
- Anah–Long Iram Ilir–Long Iram Kota–Sukomulyo–Long Daliq.
- Melak–Empakuq–Muara Bunyut–Muara Beloan.
- Simpang TSA–Mendung–Jerang Melayu.
- Simpang Marimun–Muara Batuq.
- Linggang Purworejo–Linggang Kelubaq–Linggang Muara Mujan–Simpang Mahulu.
- Simpang Mahulu–Linggang Muara Leban–Keliwai.
- Simpang Linggang Bigung–Simpang Raya–Sumber Sari–Sekolaq Darat–Sekolaq Muliaq–Mentiwan.
- Barong Tongkok–Linggang Bigung.
- Linggang Bigung–Tering Seberang.
- Jelemuq–Tukul–Muyub Ilir.
Di sektor transportasi, pemerintah daerah juga memasukkan pembangunan Pelabuhan Royoq sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah.
Kesehatan, Pendidikan, dan Sarana Publik Ikut Dikembangkan
Program multiyears juga mencakup peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum.
Pada sektor kesehatan, pemerintah akan melakukan renovasi dan pengembangan Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar serta membangun Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Sementara di bidang pendidikan, pembangunan prasarana Politeknik Sendawar menjadi salah satu proyek strategis yang diprioritaskan.
Adapun pembangunan fasilitas umum lainnya meliputi:
- Menara Katulistiwa Long Iram.
- Kristen Center.
- Turap Katolik Center.
- Kolam renang beserta fasilitas pendukung di kawasan GOR Desnan.
- Gereja Katolik Linggang Bigung.
Dukung Target RPJMD Kutai Barat
Frederick menegaskan bahwa seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari implementasi RPJMD Kutai Barat 2025–2029, khususnya dalam mewujudkan infrastruktur yang andal, merata, dan berwawasan lingkungan.
Ia memastikan seluruh proses perencanaan hingga penganggaran akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Setelah pembahasan bersama DPRD selesai, hasilnya akan menjadi dasar penyusunan nota kesepakatan baru mengenai pelaksanaan proyek multiyears periode 2027–2029.
Melalui skema tersebut, Pemkab Kutai Barat berharap pembangunan infrastruktur strategis dapat berjalan lebih optimal, memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Penulis: Melky Malis
Editor : Fauzan











