Tradisi Menangkap Ikan di Kampung Dasaq Masih Bertahan, Warga Berharap Dukungan Pemerintah untuk Budidaya Perikanan

- Redaktur

Senin, 27 Juli 2026 - 02:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Warga Kampung Dasaq, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, menangkap ikan secara tradisional di kawasan rawa menggunakan tangan dan alat sederhana sebagai mata pencaharian yang telah diwariskan secara turun-temurun. Foto: Trackperistiwa.com/Melky Malis

Keterangan Foto: Warga Kampung Dasaq, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, menangkap ikan secara tradisional di kawasan rawa menggunakan tangan dan alat sederhana sebagai mata pencaharian yang telah diwariskan secara turun-temurun. Foto: Trackperistiwa.com/Melky Malis

KUTAI BARAT – Tradisi menangkap ikan secara tradisional masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kampung Dasaq, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat. Hingga kini, banyak warga masih menggantungkan mata pencaharian dari hasil tangkapan ikan di rawa, Sungai Langkaq, dan Sungai Langan. Namun, mereka mengaku hasil tangkapan mulai mengalami penurunan sehingga berharap adanya dukungan pemerintah untuk mengembangkan budidaya perikanan.

Hal tersebut disampaikan Dorin, warga Kampung Dasaq, saat ditemui pada Jumat (24/7/2026). Ia mengatakan, masyarakat masih mempertahankan cara-cara tradisional dalam menangkap ikan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.

“Setiap hari kami mencari ikan di rawa atau genangan air. Caranya masih sangat tradisional, yaitu dengan meraba-raba menggunakan tangan. Selain itu, kami juga menggunakan alat sederhana seperti pukat dan bubu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dorin, aktivitas menangkap ikan bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Kampung Dasaq.

“Menangkap ikan merupakan salah satu mata pencaharian utama masyarakat Kampung Dasaq. Kami masih menggunakan alat-alat tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang kami,” katanya.

Baca Juga:  Sidang Praperadilan: Termohon Polres Kukar menjawab Replik secara lisan Yahya Tonang tawarkan Perdamaian

Setelah memperoleh hasil tangkapan, warga biasanya menjual ikan kepada para pengepul yang berada di Kampung Dasaq. Seluruh proses penangkapan masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan pukat, bubu, maupun tangan.

Meski tradisi tersebut masih bertahan, Dorin menilai kesejahteraan nelayan tradisional perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Menurutnya, pengembangan sektor budidaya perikanan dapat menjadi solusi agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan dari alam.

“Harapan kami kepada pemerintah daerah agar dapat memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan budidaya ikan, sehingga mata pencaharian ini dapat terus bertahan dan berkelanjutan di masa mendatang,” ungkapnya.

Masyarakat Kampung Dasaq berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dapat menghadirkan program pemberdayaan, bantuan sarana dan prasarana, serta pembinaan budidaya perikanan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya ikan di rawa dan sungai.

Dengan adanya dukungan tersebut, tradisi menangkap ikan yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Kampung Dasaq diharapkan tetap lestari, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Penulis: Melky Malis

Editor     : Fauzan

Berita Terkait

Pengadilan Negeri Tenggarong Putus NO, Yahya Tonang Ajukan Praperadilan Tahap Kedua
Sidang Praperadilan: Termohon Polres Kukar menjawab Replik secara lisan Yahya Tonang tawarkan Perdamaian
Kapolres Kutai Barat Pererat Hubungan dengan Kodim 0912/Kubar, Soliditas TNI–Polri Terus Diperkuat
Kapolres Kutai Barat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Silaturahmi ke Kejari
PSI Kutai Barat Perkuat Organisasi hingga Kampung, Libatkan Anak Muda dan Dorong Percepatan Infrastruktur
Hison Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin IWO Barito Utara Periode 2026–2031
Nobar Bersama Ormas GPD Alur Barito, Perkuat Silaturahmi dan Dukung Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan Menuju Kamtibmas Damai
IWO Barito Utara Hadir Penuh di Mubeswilub (IWO) Kalteng, Komitmen Kawal Profesionalisme Wartawan`
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 02:21 WIB

Tradisi Menangkap Ikan di Kampung Dasaq Masih Bertahan, Warga Berharap Dukungan Pemerintah untuk Budidaya Perikanan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:34 WIB

Pengadilan Negeri Tenggarong Putus NO, Yahya Tonang Ajukan Praperadilan Tahap Kedua

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:29 WIB

Sidang Praperadilan: Termohon Polres Kukar menjawab Replik secara lisan Yahya Tonang tawarkan Perdamaian

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kapolres Kutai Barat Pererat Hubungan dengan Kodim 0912/Kubar, Soliditas TNI–Polri Terus Diperkuat

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:04 WIB

Kapolres Kutai Barat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Silaturahmi ke Kejari

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:58 WIB

Hison Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin IWO Barito Utara Periode 2026–2031

Senin, 29 Juni 2026 - 00:09 WIB

Nobar Bersama Ormas GPD Alur Barito, Perkuat Silaturahmi dan Dukung Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan Menuju Kamtibmas Damai

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:38 WIB

IWO Barito Utara Hadir Penuh di Mubeswilub (IWO) Kalteng, Komitmen Kawal Profesionalisme Wartawan`

Berita Terbaru