KUTAI BARAT – Tradisi menangkap ikan secara tradisional masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kampung Dasaq, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat. Hingga kini, banyak warga masih menggantungkan mata pencaharian dari hasil tangkapan ikan di rawa, Sungai Langkaq, dan Sungai Langan. Namun, mereka mengaku hasil tangkapan mulai mengalami penurunan sehingga berharap adanya dukungan pemerintah untuk mengembangkan budidaya perikanan.
Hal tersebut disampaikan Dorin, warga Kampung Dasaq, saat ditemui pada Jumat (24/7/2026). Ia mengatakan, masyarakat masih mempertahankan cara-cara tradisional dalam menangkap ikan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
“Setiap hari kami mencari ikan di rawa atau genangan air. Caranya masih sangat tradisional, yaitu dengan meraba-raba menggunakan tangan. Selain itu, kami juga menggunakan alat sederhana seperti pukat dan bubu,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dorin, aktivitas menangkap ikan bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Kampung Dasaq.
“Menangkap ikan merupakan salah satu mata pencaharian utama masyarakat Kampung Dasaq. Kami masih menggunakan alat-alat tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang kami,” katanya.
Setelah memperoleh hasil tangkapan, warga biasanya menjual ikan kepada para pengepul yang berada di Kampung Dasaq. Seluruh proses penangkapan masih dilakukan secara manual dengan mengandalkan pukat, bubu, maupun tangan.
Meski tradisi tersebut masih bertahan, Dorin menilai kesejahteraan nelayan tradisional perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah. Menurutnya, pengembangan sektor budidaya perikanan dapat menjadi solusi agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan dari alam.
“Harapan kami kepada pemerintah daerah agar dapat memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan budidaya ikan, sehingga mata pencaharian ini dapat terus bertahan dan berkelanjutan di masa mendatang,” ungkapnya.
Masyarakat Kampung Dasaq berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dapat menghadirkan program pemberdayaan, bantuan sarana dan prasarana, serta pembinaan budidaya perikanan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus menjaga kelestarian sumber daya ikan di rawa dan sungai.
Dengan adanya dukungan tersebut, tradisi menangkap ikan yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Kampung Dasaq diharapkan tetap lestari, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Penulis: Melky Malis
Editor : Fauzan











