Jalan Sendawar Memakan Korban, Ketua PWRI Semprot Keras Kinerja OPD Kutai Barat?

- Redaktur

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Ketua DPC PWRI Kabupaten Kutai Barat, Johansyah (Om Joang), menyoroti buruknya tata kelola taman kota dan lampu penerangan jalan umum (PJU) usai mengalami kecelakaan akibat dahan pohon tumbang di Jalan Sendawar Raya, Melak. Foto: Trackperistiwa.com

Keterangan Foto: Ketua DPC PWRI Kabupaten Kutai Barat, Johansyah (Om Joang), menyoroti buruknya tata kelola taman kota dan lampu penerangan jalan umum (PJU) usai mengalami kecelakaan akibat dahan pohon tumbang di Jalan Sendawar Raya, Melak. Foto: Trackperistiwa.com

Trackperistiwa.com, Melak —  Sendawar : Buruknya tata kelola taman kota, perawatan pohon, dan lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur dua Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kritik bukan lagi sekadar soal estetika kota yang memudar, tetapi menyangkut keselamatan publik yang dinilai semakin terancam akibat lemahnya pengawasan dan pemeliharaan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kondisi pohon-pohon tua di sepanjang jalur utama Melak dinilai semakin memprihatinkan. Dahan rapuh yang tidak dipangkas, ranting yang menjuntai, hingga minimnya penerangan jalan disebut menjadi kombinasi berbahaya bagi pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Sorotan itu mencuat setelah kecelakaan yang dialami Johansyah atau yang akrab disapa Om Joang, Ketua DPC PWRI Kabupaten Kutai Barat, pada Rabu malam (6/5/2026) sekitar pukul 23.44 WITA di kawasan sekitar Puskesmas Melak, Kelurahan Melak Ulu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu, Johansyah mengendarai sepeda motor Honda Beat KT 2738 PAE ketika menabrak dahan pohon besar yang jatuh di tengah badan jalan. Minimnya penerangan jalan serta tumpukan daun yang menutupi dahan membuat korban tidak sempat menghindar.

Akibat insiden tersebut, Johansyah mengalami luka pada bagian tangan dan keseleo di kaki, sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan serius.

Baca Juga:  Sidang Kabinet: Bahlil Pastikan Energi Aman, Prabowo Soroti Kepemilikan SDA

“Saya kira hanya gundukan daun, ternyata ada dahan kayu besar. Saya langsung terpental, luka, dan motor rusak,” ungkap Johansyah.

Ia menilai kejadian tersebut merupakan bentuk nyata buruknya sistem pemeliharaan tanaman kota di Kutai Barat. Menurutnya, pohon-pohon yang telah berusia tua seharusnya sudah masuk dalam program peremajaan serta pemangkasan rutin untuk mencegah potensi bahaya bagi masyarakat.

Johansyah juga menyoroti keras besarnya anggaran pemerintah daerah yang dinilai tidak sebanding dengan kualitas pelayanan publik di lapangan. Ia menilai keberadaan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang terus membengkak setiap tahun menjadi indikator lemahnya kinerja OPD dalam menjalankan program prioritas daerah.

“Anggaran Kutai Barat ini besar, bahkan SiLPA setiap tahun selalu di atas Rp1 triliun. Tapi pelayanan publik masih amburadul. Jalan gelap, taman tidak terawat, pohon tua dibiarkan membahayakan warga. Ini menunjukkan ada yang tidak beres dalam tata kelola dan kinerja OPD,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya lebih fokus pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama keselamatan pengguna jalan dan fasilitas publik yang langsung dirasakan warga setiap hari.

Masyarakat kini mendesak Pemkab Kutai Barat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan taman kota dan perawatan PJU di jalur dua Melak. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan kembali memakan korban.

Penulis : Fauzan

Berita Terkait

Sambut Hari Raya Kurban, Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Ucapkan Selamat Idul Adha 1447 H
Warga Barito Utara Keluhkan Kelangkaan Pasir Koral, Pemda Diminta Siapkan Solusi Pasca-Penertiban Tambang Ilegal
Polres Kutai Barat Ungkap Kasus Begal terhadap Perawat, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Warga Desak Pemerintah Daerah Barito Utara Tindak Lanjuti Kerusakan Jalan Dalam Kota dan Lintas Provinsi
Ditengah Berjuang Menuntut Hak, Budi Permanto Dieksekusi Paksa dan Berakhir Bebas, Polemik Hukum PT TIS Kian Tajam?
Budi Permanto Resmi Bebas, Publik Kutai Barat Kembali Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Gabungan Pangkalima Dayak- Alur Barito Lakukan Evaluasi Internal, Satu Pengurus GPD- DPC Kecamatan Lahei Diberhentikan.
Ketua Umum GPD-Alur Barito Kritik Pemerintah Barito Utara, Ada Apa,???
Berita ini 81 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:40 WIB

Sambut Hari Raya Kurban, Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Ucapkan Selamat Idul Adha 1447 H

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:30 WIB

Warga Barito Utara Keluhkan Kelangkaan Pasir Koral, Pemda Diminta Siapkan Solusi Pasca-Penertiban Tambang Ilegal

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:13 WIB

Polres Kutai Barat Ungkap Kasus Begal terhadap Perawat, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kamis, 28 Mei 2026 - 01:27 WIB

Warga Desak Pemerintah Daerah Barito Utara Tindak Lanjuti Kerusakan Jalan Dalam Kota dan Lintas Provinsi

Rabu, 27 Mei 2026 - 03:30 WIB

Ditengah Berjuang Menuntut Hak, Budi Permanto Dieksekusi Paksa dan Berakhir Bebas, Polemik Hukum PT TIS Kian Tajam?

Rabu, 27 Mei 2026 - 02:09 WIB

Gabungan Pangkalima Dayak- Alur Barito Lakukan Evaluasi Internal, Satu Pengurus GPD- DPC Kecamatan Lahei Diberhentikan.

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:15 WIB

Ketua Umum GPD-Alur Barito Kritik Pemerintah Barito Utara, Ada Apa,???

Senin, 25 Mei 2026 - 02:40 WIB

Sengketa Lahan PT TIS Berujung Eksekusi Paksa, Pengacara Budi Sebut Cacat Hukum

Berita Terbaru