Sendawar, Trackperistiwa.com – Kecelakaan tunggal yang menimpa seorang pengendara sepeda motor di Jalan Sendawar Raya, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, kembali membuka sorotan tajam terhadap lemahnya pemeliharaan tanaman kota oleh pemerintah daerah.
Peristiwa terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 23.44 WITA, tepat di sekitar Puskesmas Melak. Korban, Johansyah, yang mengendarai sepeda motor Honda Beat KT 2738 PAE, mengalami luka di bagian tangan dan keseleo pada kaki setelah menabrak dahan pohon yang jatuh di tengah badan jalan.
Minimnya penerangan serta tumpukan daun yang menutupi dahan besar di jalan membuat korban tidak sempat menghindar.
“Saya kira hanya gundukan daun, ternyata ada dahan kayu besar. Saya langsung terpental, luka, dan motor rusak,” ungkap Johansyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden ini bukan yang pertama. Sejumlah pengendara sebelumnya juga dilaporkan menjadi korban akibat dahan patah maupun pohon tumbang di jalur dua Melak–Barong Tongkok. Kondisi ini menandakan adanya persoalan serius dalam pengelolaan ruang terbuka hijau, khususnya pohon pelindung jalan.
Instansi teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dinilai belum maksimal menjalankan fungsi pemeliharaan, termasuk pemangkasan rutin dan pengawasan kondisi pohon yang berpotensi membahayakan. Padahal, keberadaan pohon di ruang publik seharusnya memberikan kenyamanan, bukan ancaman bagi keselamatan.
Secara regulasi, penyelenggara jalan memiliki kewajiban menjamin keamanan dan kelayakan jalan bagi pengguna. Jalan harus terbebas dari hambatan berbahaya, termasuk material alami seperti pohon tumbang. Kegagalan dalam pemeliharaan dapat berujung pada konsekuensi hukum, baik administratif maupun perdata, jika terbukti ada unsur kelalaian.
Johansyah mendesak pemerintah daerah untuk segera bertindak konkret.
“Saya minta pemerintah bertanggung jawab. Ini jelas kelalaian yang membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk tidak lagi abai terhadap perawatan pohon pelindung jalan. Tanpa langkah cepat dan sistematis, potensi jatuhnya korban berikutnya hanya tinggal menunggu waktu.
Penulis: Fauzan











