PT MBL Klarifikasi Kecelakaan Fatal, Sorotan Publik Menguat: Dugaan Lemahnya K3 Jadi Perbincangan

- Redaktur

Senin, 30 Maret 2026 - 02:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto (Revisi):
Kondisi dua unit dump truck roda 12 yang terlibat kecelakaan fatal di jalur hauling Kilometer 35 area operasional PT Manoor Bulant Lestari (MBL), Kutai Barat, Sabtu (28/3/2026). Dua korban dievakuasi menggunakan dua unit ambulans menuju Klinik Lambing, Kecamatan Muara Lawa. Insiden ini menewaskan dua pekerja dan memicu sorotan publik terhadap penerapan keselamatan kerja di lingkungan tambang. (Foto: Dokumen/Trackperistiwa.com)

Keterangan Foto (Revisi): Kondisi dua unit dump truck roda 12 yang terlibat kecelakaan fatal di jalur hauling Kilometer 35 area operasional PT Manoor Bulant Lestari (MBL), Kutai Barat, Sabtu (28/3/2026). Dua korban dievakuasi menggunakan dua unit ambulans menuju Klinik Lambing, Kecamatan Muara Lawa. Insiden ini menewaskan dua pekerja dan memicu sorotan publik terhadap penerapan keselamatan kerja di lingkungan tambang. (Foto: Dokumen/Trackperistiwa.com)

trackperistiwa.com | Kutai Barat — Insiden kecelakaan kerja (fatality) di area operasional PT Manoor Bulant Lestari (MBL) pada Sabtu, 28 Maret 2026, terus menuai sorotan luas. Tragedi yang merenggut dua nyawa pekerja ini memicu gelombang kritik publik, terutama terkait dugaan lemahnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan tambang.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.20 WITA di jalur hauling Kilometer 35, melibatkan dua unit dump truck roda 12 milik kontraktor PT PSJ dan PT BEP. Berdasarkan informasi yang dihimpun, unit yang dikemudikan korban berinisial F alias B menabrak bagian belakang unit di depannya.

Akibat insiden tersebut, dua pekerja yakni F alias B dan seorang rekannya berinisial R meninggal dunia setelah mengalami luka berat. Keduanya sempat dievakuasi ke Klinik Lambing, Kecamatan Muara Lawa, menggunakan ambulans dari lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah duka, perhatian publik justru tertuju pada kondisi operasional di lapangan. Sejumlah komentar netizen di media sosial menyoroti persoalan debu tebal di jalan hauling dan minimnya penyiraman saat cuaca panas, yang dinilai berpotensi mengganggu visibilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Keterangan Foto:Tangkapan layar komentar warganet di grup Facebook Info Kubar yang menyoroti kondisi jalan hauling di area operasional PT Manoor Bulant Lestari (MBL), terutama terkait kabut debu dan minimnya penyiraman saat cuaca panas. Unggahan ini mencuat usai insiden kecelakaan fatal yang menewaskan dua pekerja, Sabtu (28/3/2026). (Foto: Screenshot Facebook/Trackperistiwa.com)
Keterangan Foto:
Tangkapan layar komentar warganet di grup Facebook Info Kubar yang menyoroti kondisi jalan hauling di area operasional PT Manoor Bulant Lestari (MBL), terutama terkait kabut debu dan minimnya penyiraman saat cuaca panas. Unggahan ini mencuat usai insiden kecelakaan fatal yang menewaskan dua pekerja, Sabtu (28/3/2026). (Foto: Screenshot Facebook/https://www.facebook.com/share/p/1PJ44SinaY/Trackperistiwa.com)Kritik juga mengarah pada dugaan lemahnya pengawasan keselamatan serta orientasi produksi yang dinilai lebih dominan dibanding aspek keselamatan pekerja.

Menanggapi hal tersebut, pihak perusahaan akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Dikutip dari Reportaseexpose.com, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT MBL, Wesly Siregar, menyampaikan duka cita sekaligus komitmen perusahaan dalam menangani insiden ini.

“Perusahaan menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggalnya dua orang pekerja. Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh hak-hak korban akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wesly, Minggu (29/3/2026), seperti dikutip dari Reportaseexpose.com.

Baca Juga:  Sidang Praperadilan: Termohon Polres Kukar menjawab Replik secara lisan Yahya Tonang tawarkan Perdamaian

Masih dari sumber yang sama, perusahaan disebut telah mengambil sejumlah langkah, antara lain mengamankan lokasi kejadian untuk investigasi, menghentikan sementara aktivitas hauling, serta melaporkan insiden kepada Kepala Inspektur Tambang.

Wesly juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen. “Kami akan melakukan investigasi menyeluruh serta evaluasi total terhadap sistem K3, termasuk pengawasan operasional, kondisi jalan hauling, dan pengendalian risiko di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Reportaseexpose.com juga menuliskan komitmen PT MBL untuk memperkuat implementasi standar keselamatan, meningkatkan pengawasan, serta memberikan pelatihan ulang kepada seluruh pekerja dan kontraktor.

Selain itu, perusahaan memastikan akan memenuhi seluruh tanggung jawab terhadap korban, termasuk santunan, hak normatif pekerja, hingga biaya evakuasi dan pemakaman.

Meski klarifikasi telah disampaikan, derasnya sorotan publik menunjukkan bahwa isu keselamatan kerja di sektor pertambangan masih menjadi perhatian krusial. Insiden ini menjadi pengingat bahwa implementasi K3 harus berjalan konsisten dan tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun.

Publik kini menanti hasil investigasi resmi serta langkah konkret perusahaan dalam membenahi sistem keselamatan di lapangan guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Penulis : Fauzan

Berita Terkait

Haji Acong Siap Konsolidasi, Golkar Kubar Bidik Kemenangan Pemilu 2029
Aklamasi, H Acong Kembali Terpilih Pimpin Golkar Kubar Periode 2026–2031
Pelaksanaan Musda VI DPD Partai Golkar Kutai Barat Segera Berlangsung
Semangat HUT RI ke-81 dan HUT Kampung Tondoh ke-13, Website dan Video Profil Resmi Diluncurkan
Resmi Diluncurkan, Website dan Video Profil Kampung Tondoh Jadi Etalase Digital Potensi Kampung
Pedagang Pasar Jaras Keluhkan Modal UMKM, Noratim Dorong Pemerintah Turun Tangan
Pedagang Pasar Jaras Keluhkan Sulitnya Akses Modal UMKM
Yonavia: Semangat Pramuka Harus Ditanamkan Sejak Dini, Bukan Sekadar Seremoni
Berita ini 501 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:21 WIB

Haji Acong Siap Konsolidasi, Golkar Kubar Bidik Kemenangan Pemilu 2029

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aklamasi, H Acong Kembali Terpilih Pimpin Golkar Kubar Periode 2026–2031

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Pelaksanaan Musda VI DPD Partai Golkar Kutai Barat Segera Berlangsung

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Semangat HUT RI ke-81 dan HUT Kampung Tondoh ke-13, Website dan Video Profil Resmi Diluncurkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:48 WIB

Resmi Diluncurkan, Website dan Video Profil Kampung Tondoh Jadi Etalase Digital Potensi Kampung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Pedagang Pasar Jaras Keluhkan Sulitnya Akses Modal UMKM

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Yonavia: Semangat Pramuka Harus Ditanamkan Sejak Dini, Bukan Sekadar Seremoni

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:34 WIB

Musda DPD II Golkar Kutai Barat Dijadwalkan 23 Agustus, Panitia Resmi Dibentuk

Berita Terbaru