Trackperistiwa.com | Sendawar — Menghadapi kontestasi politik 2029, Partai Hanura Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mulai memanaskan mesin partai lebih awal. Konsolidasi menyeluruh dari tingkat kabupaten hingga akar rumput menjadi fokus utama, dengan target meningkatkan perolehan kursi DPRD sekaligus membuka peluang kader terbaik maju dalam pemilihan kepala daerah.
Optimisme itu menguat seiring terpilihnya kembali H. Aula sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kutai Barat periode 2025–2030. Ia dipercaya memimpin untuk kedua kalinya melalui Musyawarah Cabang (Muscab) IV yang digelar pada 13 Februari 2026.
Forum Muscab yang merupakan pemegang kekuasaan tertinggi partai di tingkat kabupaten itu menjadi momentum penting memperkuat soliditas internal. Seluruh peserta secara bulat menyatakan dukungan kepada H. Aula untuk kembali menakhodai partai berlambang hati nurani di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi dan Konsolidasi Menuju 2029
Dalam keputusan Muscab IV Nomor: 06/KEP.MUSCAB IV/HANURA/KUBAR/II/2026, H. Aula diberikan kewenangan membentuk tim formatur yang terdiri dari unsur pengurus DPC demisioner dan PAC untuk menyusun kepengurusan periode 2025–2030. Struktur baru ditargetkan rampung paling lambat 15 hari kerja sejak penetapan.
H. Aula menegaskan, kepengurusan ke depan tidak hanya fokus pada pembenahan organisasi, tetapi juga pada strategi pemenangan yang terukur dan realistis. Penguatan basis kader, peningkatan elektabilitas partai, serta pendekatan langsung kepada masyarakat akan menjadi prioritas.
“Ini bukan hanya tentang struktur, tetapi tentang bagaimana kita membangun kepercayaan rakyat. Kami ingin Hanura hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Dukungan Solid dari DPD dan DPP

Terpilihnya kembali H. Aula juga mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan di tingkat provinsi dan pusat. Ketua DPD Hanura Kalimantan Timur, H. Marsidik, secara terbuka menyatakan komitmennya mendorong kader Hanura memimpin daerah.
Menurutnya, partai akan berkembang lebih cepat jika kader mampu menduduki jabatan eksekutif. Ia bahkan menegaskan siap mendukung penuh langkah politik yang akan ditempuh DPC Kutai Barat.
“Saya tidak akan menghalangi Ketua DPC untuk langsung bertemu Ketua Umum meminta rekomendasi. Kalau perlu, biaya ke Jakarta saya tanggung. Ini bentuk keseriusan agar kader Hanura memimpin di daerahnya sendiri,” tegasnya.
Dukungan serupa disampaikan Koordinator Wilayah DPP Hanura Kaltara–Kaltim, Tiurmaida Tampubolon, yang meminta H. Aula dan seluruh kader tidak ragu menghadapi kontestasi mendatang.
Atmosfer Muscab pun dipenuhi semangat dan keyakinan. Dengan soliditas yang terbangun sejak dini serta dukungan berjenjang dari kabupaten hingga pusat, kader Hanura Kutai Barat optimistis 2029 akan menjadi momentum kebangkitan politik partai—baik dalam peningkatan kursi DPRD maupun peluang memenangkan pemilihan kepala daerah.(Fzn/TP)











