Perlindungan Hukum Wartawan dan Batasan Etika Jurnalistik

- Redaktur

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

trackperistiwa.com : Pers memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi. Wartawan tidak hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Namun dalam praktiknya, tidak sedikit wartawan yang menghadapi intimidasi, ancaman, bahkan pelecehan saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Tindakan tersebut bukan hanya melanggar kebebasan pers, tetapi juga bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Perlindungan Hukum terhadap Wartawan

Di Indonesia, perlindungan terhadap wartawan diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam undang-undang tersebut ditegaskan bahwa setiap pihak dilarang menghalangi atau menghambat kerja jurnalistik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini tercantum dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Pers, yang menyatakan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas jurnalistik dapat dikenai pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp500 juta.

Selain itu, apabila intimidasi terhadap wartawan mengandung unsur kekerasan fisik atau ancaman kekerasan, maka pelaku juga dapat dijerat dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), antara lain:

  • Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan

  • Pasal 352 KUHP tentang penganiayaan ringan

  • Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan atau pemaksaan

Dengan demikian, hukum di Indonesia memberikan perlindungan yang cukup jelas bagi wartawan yang menjalankan tugasnya secara profesional.

Tanggung Jawab Perusahaan Pers

Dalam menghadapi intimidasi atau ancaman terhadap jurnalis, perusahaan pers juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan hukum kepada wartawannya.

Bentuk perlindungan tersebut dapat dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain:

  • Melaporkan tindakan intimidasi atau kekerasan kepada pihak kepolisian

  • Mengajukan pengaduan atau perlindungan kepada Dewan Pers

  • Menyediakan bantuan hukum atau advokat bagi jurnalis yang menjadi korban

Baca Juga:  Salat Idulfitri Perdana di Masjid Negara IKN, Terbuka untuk Masyarakat Umum

Langkah-langkah tersebut penting untuk memastikan wartawan dapat bekerja secara aman dan profesional, sekaligus menjaga peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Batasan Etika dan Hukum bagi Wartawan

Di sisi lain, wartawan juga memiliki kewajiban untuk menjalankan profesinya secara profesional dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

Salah satu pelanggaran yang sering terjadi di era digital adalah praktik mengkopi atau menyalin berita tanpa izin (fast copying) dari media lain. Tindakan tersebut dapat dianggap sebagai pelanggaran hak cipta apabila dilakukan tanpa persetujuan dari pemegang hak.

Pelanggaran ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa penggandaan atau penggunaan karya tanpa izin dapat dikenai pidana penjara hingga 7 tahun dan/atau denda paling banyak Rp5 miliar, sebagaimana diatur dalam Pasal 113.

Selain sanksi hukum, wartawan yang melanggar etika jurnalistik juga dapat dikenai sanksi oleh lembaga pers atau perusahaan media, seperti:

  • Teguran atau peringatan

  • Pembatasan atau pencabutan tugas peliputan

  • Hingga pemutusan hubungan kerja sesuai aturan perusahaan dan kode etik jurnalistik.

Penutup

Perlindungan hukum terhadap wartawan di Indonesia telah diatur secara jelas melalui Undang-Undang Pers dan KUHP, yang memberikan sanksi tegas bagi pihak yang menghalangi tugas jurnalistik.

Namun di sisi lain, wartawan juga memiliki tanggung jawab untuk menjalankan profesinya dengan menjunjung tinggi etika, profesionalisme, serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku, termasuk terkait hak cipta dan verifikasi informasi.

Dengan keseimbangan antara perlindungan hukum dan kepatuhan terhadap etika profesi, pers diharapkan dapat terus menjalankan perannya secara independen, kredibel, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Penulis : Henryanus Achiang

Berita Terkait

Resmi Diluncurkan, Website dan Video Profil Kampung Tondoh Jadi Etalase Digital Potensi Kampung
Pedagang Pasar Jaras Keluhkan Modal UMKM, Noratim Dorong Pemerintah Turun Tangan
Musda DPD II Golkar Kutai Barat Dijadwalkan 23 Agustus, Panitia Resmi Dibentuk
Wakil Ketua KKSS Kutai Barat Perkuat Silaturahmi dengan Tokoh Adat Rumpun Asa, Ajak Jaga Kondusivitas Daerah
Pengadilan Negeri Tenggarong Putus NO, Yahya Tonang Ajukan Praperadilan Tahap Kedua
Sidang Praperadilan: Termohon Polres Kukar menjawab Replik secara lisan Yahya Tonang tawarkan Perdamaian
Kapolres Kutai Barat Pererat Hubungan dengan Kodim 0912/Kubar, Soliditas TNI–Polri Terus Diperkuat
Kapolres Kutai Barat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Silaturahmi ke Kejari
Berita ini 36 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:21 WIB

Haji Acong Siap Konsolidasi, Golkar Kubar Bidik Kemenangan Pemilu 2029

Senin, 24 Agustus 2026 - 01:08 WIB

Aklamasi, H Acong Kembali Terpilih Pimpin Golkar Kubar Periode 2026–2031

Minggu, 23 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Pelaksanaan Musda VI DPD Partai Golkar Kutai Barat Segera Berlangsung

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Semangat HUT RI ke-81 dan HUT Kampung Tondoh ke-13, Website dan Video Profil Resmi Diluncurkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 03:48 WIB

Resmi Diluncurkan, Website dan Video Profil Kampung Tondoh Jadi Etalase Digital Potensi Kampung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Pedagang Pasar Jaras Keluhkan Sulitnya Akses Modal UMKM

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Yonavia: Semangat Pramuka Harus Ditanamkan Sejak Dini, Bukan Sekadar Seremoni

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:34 WIB

Musda DPD II Golkar Kutai Barat Dijadwalkan 23 Agustus, Panitia Resmi Dibentuk

Berita Terbaru