Diduga Proyek Siluman di Muara Pari, Dikerjakan Saat Dana Desa 2026 Belum Cair

- Redaktur

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Tumpukan semen di lokasi pembangunan jembatan beton di Desa Muara Pari, Kabupaten Barito Utara, yang diduga merupakan bagian dari proyek tanpa papan informasi, memicu sorotan warga terkait transparansi penggunaan Dana Desa 2026. (Ist/Trackperistiwa.com)

Keterangan Foto: Tumpukan semen di lokasi pembangunan jembatan beton di Desa Muara Pari, Kabupaten Barito Utara, yang diduga merupakan bagian dari proyek tanpa papan informasi, memicu sorotan warga terkait transparansi penggunaan Dana Desa 2026. (Ist/Trackperistiwa.com)

Trackperistiwa.com | Muara TewehPembangunan di Desa Muara Pari, Kabupaten Barito Utara, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya proyek siluman yang tetap dikerjakan meski Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026 disebut belum cair.

Sorotan tersebut mencuat usai sejumlah informasi viral di media sosial yang memperlihatkan aktivitas pembangunan jembatan beton. Warga menilai proyek tersebut sarat kejanggalan dan memicu pertanyaan terkait legalitas serta sumber pendanaannya.

Berdasarkan laporan warga, terdapat beberapa indikasi yang dinilai tidak lazim dalam pelaksanaan proyek di desa tersebut. Di antaranya, pekerjaan sudah berjalan saat Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa 2026 belum dicairkan. Selain itu, proyek juga disebut tidak dilengkapi papan informasi atau plang kegiatan, yang seharusnya menjadi bagian dari transparansi publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, warga juga menyoroti dugaan keterlibatan keluarga Kepala Desa Muara Pari, Mukti Ali, dalam pengerjaan sejumlah proyek desa. Kondisi ini memunculkan persepsi adanya praktik yang tidak profesional dalam pengelolaan pembangunan.

Seorang mantan aparat pemerintah desa berinisial YB, yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengungkapkan bahwa persoalan di Muara Pari tidak hanya sebatas pembangunan jembatan beton.

Selain klarifikasi pembuatan jembatan beton, potensi dugaan penyelewengan anggaran Dana Desa juga dapat dilihat dari sejumlah kegiatan lain yang tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ia merinci, terdapat proyek rehabilitasi Balai Pertemuan Desa yang hingga kini belum rampung meski telah dilakukan perbaikan total. Akibatnya, bangunan tersebut belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Baca Juga:  Pernah Jadi Kapolsek di Samarinda, AKP Bonar Kini Diamankan Polda Kaltim

Selain itu, pemerintah desa juga disebut telah melakukan pengadaan kendaraan berupa sekitar delapan unit sepeda motor dan satu unit mobil Toyota Hilux menggunakan dana desa. Kebijakan tersebut dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan prioritas masyarakat.

Masalah transparansi pun kembali disorot. Warga mengaku tidak pernah melihat papan informasi maupun baliho yang memuat rincian penggunaan Dana Desa, sehingga menutup ruang kontrol sosial dari masyarakat.

Bukan hanya jembatan, rehab balai desa juga terbengkalai dan tidak pernah ada papan proyek ataupun baliho terkait penggunaan dana desa sebagai kontrol masyarakat,” tegasnya.

Atas berbagai temuan tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Barito Utara, khususnya Bupati dan Inspektorat, untuk segera melakukan audit serta pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa di Muara Pari.

Keluhan warga juga meluas pada kondisi infrastruktur, terutama Jalan Meranti yang dilaporkan rusak parah dan belum mendapat perhatian perbaikan. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan tidak berlarut-larut.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Muara Pari, Mukti Ali, belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan yang disampaikan masyarakat.

Pengelolaan Dana Desa sendiri sejatinya harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta tepat sasaran, guna memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa. (Hry/A)***

Berita Terkait

Sidang Praperadilan: Termohon Polres Kukar menjawab Replik secara lisan Yahya Tonang tawarkan Perdamaian
Kapolres Kutai Barat Pererat Hubungan dengan Kodim 0912/Kubar, Soliditas TNI–Polri Terus Diperkuat
Kapolres Kutai Barat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Silaturahmi ke Kejari
PSI Kutai Barat Perkuat Organisasi hingga Kampung, Libatkan Anak Muda dan Dorong Percepatan Infrastruktur
Hison Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin IWO Barito Utara Periode 2026–2031
Nobar Bersama Ormas GPD Alur Barito, Perkuat Silaturahmi dan Dukung Pembangunan Daerah yang Berkelanjutan Menuju Kamtibmas Damai
IWO Barito Utara Hadir Penuh di Mubeswilub (IWO) Kalteng, Komitmen Kawal Profesionalisme Wartawan`
Musberwillub IWO Se-Kalimantan Tengah Tetapkan Indra Setiawan sebagai Ketua Periode 2025–2030
Berita ini 135 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:29 WIB

Sidang Praperadilan: Termohon Polres Kukar menjawab Replik secara lisan Yahya Tonang tawarkan Perdamaian

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kapolres Kutai Barat Pererat Hubungan dengan Kodim 0912/Kubar, Soliditas TNI–Polri Terus Diperkuat

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:04 WIB

Kapolres Kutai Barat Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Silaturahmi ke Kejari

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:52 WIB

PSI Kutai Barat Perkuat Organisasi hingga Kampung, Libatkan Anak Muda dan Dorong Percepatan Infrastruktur

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:58 WIB

Hison Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin IWO Barito Utara Periode 2026–2031

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:38 WIB

IWO Barito Utara Hadir Penuh di Mubeswilub (IWO) Kalteng, Komitmen Kawal Profesionalisme Wartawan`

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:48 WIB

Musberwillub IWO Se-Kalimantan Tengah Tetapkan Indra Setiawan sebagai Ketua Periode 2025–2030

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:29 WIB

Aksi TBBR di PT TCM, Manajemen Buka Komunikasi dan Siapkan Pertemuan dengan Keluarga Kincan

Berita Terbaru